Mitrais telah mengimplementasikan MMS-Polyclinic untuk mendukung kegiatan operasional rumah sakit mata ABMEC di Bali.
MMS-Polyclinic menyediakan spektrum aplikasi untuk memenuhi kebutuhan baik dalam melayani pasien maupun kebutuhan administratif rumah sakit itu sendiri.
ABMEC menyediakan berbagai bentuk perawatan ophthalmic dengan funduskopi, pembiasan, biometri dan laser YAG, serta memiliki ruang operasi yang canggih.
Didirikan sebagai bantuan dari pemerintah Australia untuk korban bom Bali, ABMEC didanai oleh AUSAID untuk memberikan bantuan perawatan mata, terutama yang disebabkan oleh kebutaan.
MMS-Polyclinic merupakan solusi lengkap yang mencakup keseluruhan proses pelayanan pasien. Fungsi MMS-Polyclinic meliputi pendaftaran pasien, manajemen rawat jalan, prosedur operasi, prosedur diagnosa mata, pemeriksaan laboratorium, manajemen farmasi, kasir, manajemen material dan berbagai laporan.
Mitrais akan memberikan pelatihan intensif, simulasi bisnis, dan dukungan baik sebelum maupun sesudah sistem diimplementasikan untuk memastikan kelancaran proses transisi dari rekam medis manual ke rekam digital.
MMS merupakan aplikasi berbasis web yang dikembangkan menggunakan J2EE (Java 2 Enterprise Edition).
Peter Brophy, perwakilan dari AUSAID mengatakan, “kami menyukai Mitrais karena profesional, dapat diandalkan, dan mampu memberikan lebih dari apa yang kami harapkan. Mitrais juga sangat membantu dalam modifikasi sistem agar sesuai dengan kebutuhan rumah sakit kami.”
ABMEC adalah bagian dari kelompok rumah sakit Indera. Direktur rumah sakit Indera, Dr. Pande Nyoman mengatakan bahwa ia mengharapkan kesinambungan kerjasama antara kedua belah pihak, karena MMS juga akan segera diimplementasikan di rumah sakit THT dan kulit milik rumah sakit Indera.
CEO PT Mitrais David Magson mengatakan “selain menambah jumlah fasilitas kesehatan yang menjadi klien kami, implementasi ini juga merupakan perwujudan komitmen perusahaan untuk terlibat secara aktif dalam proyek-proyek sosial.”
ABMEC merupakan institusi pertama di Bali yang menggunakan MMS. Sebelumnya MMS telah digunakan oleh rumah sakit International SOS milik Freeport di Tembagapura, Papua, rumah sakit Cinere di Jakarta, dan rumah sakit milik Exxaro di Afrika Selatan.