Mitrais melaksanakan prinsip dasar yang harus dilakukan oleh setiap perusahaan komersial, yaitu kepedulian sosial terhadap masyarakat di sekitarnya.
Berawal dari kehancuran, kesedihan, dan kekacauan dalam masyarakat setelah peristiwa bom Bali, timbul kesempatan untuk melaksanakan prinsip tersebut melalui pendirian Yayasan Kemanusiaan Ibu Pertiwi (YKIP).
Awalnya YKIP didirikan untuk membantu pemulihan kondisi Bali pasca bom pada Oktober 2002. Saat ini misi YKIP adalah membantu masyarakat Bali melalui program kesehatan dan pendidikan.
YKIP terlibat dalam berbagai proyek kemanusiaan seperti pendirian klinik kesehatan untuk pasangan, perpustakaan medis di universitas Udayana Denpasar, membantu YAKKUM; sebuah organisasi sosial yang membantu anak-anak dengan keterbatasan fisik, program waspada AIDS dan narkoba ke sekolah-sekolah; dimotori oleh YAKEBA, pemberian alat bantu dengar kepada para tuna rungu, dan beasiswa untuk anak-anak korban bom Bali dan 400 anak-anak miskin di seluruh Bali.
Mitrais terus mendukung YKIP melalui berbagai bantuan antara lain dalam bidang IT, penerjemahan website YKIP, dan fasilitas ruangan bagi YKIP di kantor Mitrais di Kuta.
Sumber dana utama YKIP adalah dari Anika Linden Foundation (ALF), yang didirikan Mark Weingard pada tahun 2003, untuk mengenang tunangannya yang meninggal dalam peristiwa bom Bali. Perusahaan Mark Weingard, Reset Pte Limited, seringkali mengadakan sesi perdagangan amal dimana hasil pendapatannya disumbangkan untuk YKIP.
