Mitrais didirikan pada tahun 2000 sebagai pengembang piranti lunak di Indonesia dengan misi untuk menjadi pengembang terkemuka bagi industri-industri di Australia maupun di negara lainnya. Mitrais bersertifikasi Microsoft Gold Partner, Oracle Partner, dan mengembangkan produk dengan sertifikasi SAP NetWeaver.
Pada tahun 2004 Mitrais memperluas usahanya ke industri kesehatan dengan mengembangkan Mitrais Medical Suite yang dipasarkan secara global.
Pada tahun 2007 Mitrais kembali melakukan ekspansi dengan mengakuisisi Mincom Indoservices. Dengan demikian Mitrais menambahkan penjualan dan penunjang piranti lunak untuk industri pertambangan ke skala operasinya.
Saat ini Mitrais memiliki lebih dari 100 klien dan 300 karyawan yang tersebar di Sydney, Bali, Jakarta, dan Singapura.
Daya tarik Bali
|
|
|
Mitrais memilih Bali sebagai pusat operasionalnya melalui perencanaan dan pertimbangan yang matang. Selain sebagai tempat tujuan wisata, Bali juga menarik bagi perusahaan yang memilih untuk outsource pengembangan sistem informasinya. Dalam era informasi ini, Bali menjadi pedoman keberhasilan dalam bidang ekonomi.
Dengan jumlah penduduk lebih dari 200 juta jiwa serta sistem pendidikan yang baik, Mitrais dapat merekrut lulusan-lulusan IT yang terbaik di Indonesia.
Para lulusan IT tersebut, layaknya para turis yang mengunjungi Bali tiap tahunnya, tertarik untuk hidup dan bekerja di Bali karena keindahan, keamanan, dan biaya hidup yang relatif murah.
|
|
Sebelum anda berkesempatan mengunjungi Bali, untuk merasakan udara yang hangat dan bertemu dengan penduduknya yang ramah, kami mengajak anda untuk mengunjungi Gallery kami untuk menikmati pemandangan Bali yang telah diabadikan oleh tim fotografer kami.
|
Mitrais berasal dari bahasa Sansekerta, Mitra, yang berarti teman atau rekan. Nama tersebut mencerminkan filosofi yang dianut Mitrais; yakni klien adalah partner kerja dalam jangka panjang.
Bahasa Sansekerta merupakan bahasa Hindu kuno. Bahasa ini dipilih sebagai asal nama Mitrais karena kesamaan akar bahasanya dengan bahasa Latin dan Yunani, serta karena peran dan pengaruh historisnya dalam berbagai bahasa dan kebudayaan di Asia Tenggara.